Sabtu, 19 Oktober 2019

Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Ridwan Kamil: Mari Kita Dukung

Foto: Mochamad Solehudin


Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak semua pihak untuk mendukung jalannya roda pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan dilantik secara resmi, Minggu (20/10/2019) besok. Menurutnya itu penting karena lima tahun ke depan akan banyak tantangan yang harus dihadapi.

"Ini adalah hasil proses demokrasi yang sudah diputuskan dan disepakati jadi mari kita dukung, karena bagaimana pun lima tahun ke depan akan banyak tantangan," katanya, saat ditemui di sekitar Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (19/10/2019).

Dia berharap masyarakat bisa bergerak maju menatap ke depan. Tidak lagi berkonflik terkait perbedaan pandangan politik selama Pemilu lalu. "Sebaiknya kita tidak fokus lagi melihat masa lalu tapi fokus melihat masa depan," ucapnya.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden RI, #PestaRakyatNKRI Ramaikan Media Sosial

RK meminta masyarakat untuk selalu menjaga kondusifitas jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden besok. Satu paling penting juga tidak menyebarkan informasi melalui media sosial yang bisa menganggu kondusifitas.

"Kita harap seluruh daerah jaga kondusivitas, saya titip potingan juga membawa suasana sejuk, suasana dukungan, doa agar pelaksanaan kegiatan lancar," ucapnya.

RK mengaku akan hadir secara langsung dalam acara pelantikan tersebut. Dia telah menerima undangan dan siap menghadiri salah satu momen penting bagi negara Indonesia.

"Saya akan hadir, undangan sudah diterima. Saya ucapkan selama atas nama pemerintah provinsi kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin yang insya allah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024," ujarnya

Jumat, 18 Oktober 2019

Viral Video 'Ritual' Amankan Pelantikan Jokowi, MPR: Pamdal Tak Libatkan Dukun

Foto: Ki Sabdo usai ritual di kompleks DPR/MPR. (Dok screenshot video yang viral).


Sebuah video yang menunjukkan seorang pria mengaku bernama Ki Sabdo tengah melakukan ritual di Gedung Nusantara V DPR RI viral di media sosial. Ki Sabdo mengaku tengah melakukan 'geladi bersih' untuk mengamankan pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan digelar pada 20 Oktober mendatang, dengan memanggil bangsa jin.

Dalam video yang beredar, tampak Ki Sabdo tengah melakukan ritual di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Saat ditanya oleh si perekam video, Ki Sabdo mengaku tengah melakukan 'geladi bersih' untuk pengamanan pelantikan Jokowi.

Baca juga: Panser Anoa Mulai Siaga di Kompleks MPR/DPR Jelang Pelantikan Jokowi

"Apa yang saya lihat memang harus ada pengawalan secara spiritual. Ini yang saya taruh di sini ini komplit sudah. Mulai Nyai Roro Kidul, Nyi Blorong, jin kayangan dan yang lain-lain. Jadi mantap sudah. Pak Jokowi pasti dilantik, nggak ada halangan. Nanti yang menghalangi ya itu urusannya Ratu Selatan, urusan saya, saya yang beresin," ujar Ki Sabdo dalam video tersebut.

Gempa M 4 Terjadi di Ambon



Ilustrasi Gempa (Foto: Mindra Purnomo)

Jakarta Gempa magnitudo (M) 4 terjadi di AmbonMaluku. Gempa berpusat di darat.

"Pusat gempa berada di darat 13 km timur laut Ambon," tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat situs resminya, Sabtu (19/10/2019).

Baca juga: Gempa M 3,1 Terjadi di Bogor

Gempa pada kedalaman 10 kilometer itu terjadi pada pukul 02.44 WIB. Lokasi gempa berada pada koordinat 3,60 Lintang Selatan dan 128,21 Bujur Timur.

Minggu, 13 Oktober 2019

Suami Ditahan karena Nyinyiri Wiranto, Istri Kolonel HS Dibela 52 Advokat

Supriadi dan 50-an advokat siap bela istri kol HS, IPDN.)


Sebanyak 52 pengacara siap membantu kasus hukum dihadapi oleh istri Kolonel HS, IPDN, terkait statusnya di media sosial. Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum IPDN, Supriadi.

"Saya cuma menyampaikan saja bahwa di dalam kuasa ini yang tergabung di kantor saya, Supriadi & co, kurang-lebih sekitar 52 orang pengacara. Jadi inisiatif saya sendiri dalam hal pendampingan istri beliau (IPDN)," terangnya kepada sejumlah rekan media, Minggu (13/10/2019).

Namun sejauh ini pihaknya juga masih menunggu terkait perkembangan kasus dari IPDN. Hingga saat ini, belum ada yang melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Baca juga: Ini Komentar Nyinyir Istri Serda J ke Wiranto yang Bikin Suaminya Ditahan

"Sampai detik ini kami belum dapat keterangan dari pihak klien langsung bahwa telah terlaporkan atau seperti apa karena kami juga masih menunggu," ujarnya.

Meskipun belum ada pemberitahuan terkait laporan, Supriadi dan rekan lainnya telah mendalami kasus tersebut.

"Status yang disebutkan dalam posting-an itu kami sebagai kuasa hukum juga masih menganalisa terhadap status itu yang bahkan sebenarnya mungkin kami akan panggil ahli untuk bagaimana menafsirkan bagaimana dari kalimat postingan itu apakah dari klausul atau poin per poin itu dianggap telah memenuhi unsur di dalam UU ITE yang diatur di dalam UU No 19 Tahun 2016 perubahan dari UU No 11 Tahun 2008," pungkasnya.

Selasa, 08 Oktober 2019

Kobaran Api Lalap Rumah Mewah dan 2 Motor di Dago Bandung


Petugas memadamkan api yang melalap sebuah rumah mewah di kawasan Dago, Kota Bandung. (Foto: DOK.DKPB Kota Bandung)

Bandung - Api melalap sebuah rumah mewah dan dua sepeda motor di kawasan Dago Bandung. Kebakaran terjadi saat penghuni meninggalkan kompor yang keadaan menyala. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Insiden kebakaran ini berlangsung di Jalan Dago Asri, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019), pukul 05.56 WIB. Tiga dari empat lantai bangunan tersebut hangus terbakar.

"Bagian yang terbakar lantai dua sampai dengan empat," kata Kabid Pemadaman Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Bandung A Kurnia dalam keterangannya.


Ia menuturkan kebakaran bermula saat salah seorang penghuni rumah tengah memasak di dapur yang berada di lantai empat. Dalam keadaan menyala, kompor yang digunakan untuk memasak itu ditinggal.

"Penghuni turun ke bawah sekitar 15 menit. Kemudian ketika ke dapur, melihat ada kepulan asal dan kobaran api di atap dapur," katanya.

Melihat kobaran api, penghuni berusaha memadamkannya menggunakan alat seadanya. Namun, api makin membesar dan merembet ke lantai tiga dan lantai dua rumah mewah ini.

Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke tempat kejadian. Petugas langsung melokalisasi api agar tak merembet ke bangunan lain. Butuh waktu hampir dua jam bagi petugas untuk memadamkan kobaran api.

"Tidak ada korban jiwa, namun ada dua sepeda motor terbakar," kata Kurnia.

PKB Sepakat Ajukan Interpelasi ke Ridwan Kamil


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Foto :

VIVAnews / Adi Suparman (Bandung)


VIVAnews – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung rencana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengajukan hak interpelasi kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kita setuju interpelasi dan akan mengajak semua anggota dewan. Banyak hal yang ingin ditanyakan, banyak yang harus dijawab oleh gubernur,” ujar Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKB, Rahmat Hidayat Djati, Selasa, 8 Oktober 2019.

ADVERTISING


inRead invented by Teads

Menurut dia, interpelasi dilakukan dengan target duduk perkara kekeliruan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalankan roda pemerintahan provinsi terungkap secara transparan. Rahmat juga memastikan, akan memberi penegasan bahwa mitra pemerintah Provinsi Jawa Barat secara sah dan  konstitutional adalah dewan, bukan lembaga maupun tim di luar pemerintahan.

“Terkait tata kelola pemerintah daerah, prinsipnya itu. Tata kelola pemerintah daerah berdasarkan undang-undang pemerintah daerah itu menyebut, pemerintah daerah itu bersama DPRD, kan gitu. Setahun berjalan ini, kita merasa banyak hal prinsipal yang belum dilakukan,” ujarnya.

Rahmat menegaskan, internal Fraksi PKB DPRD Jawa Barat solid mendukung rencana interpelasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial, setelah menjadi partai pengusung Ridwan Kamil saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018. “Iya, solid. Salah satu alasan kami setuju itu karena sebagai partai pengusung kita punya tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan gubernur betul-betul menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Abdul Hadi Wijaya meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak menganggap langkah interpelasi dewan merupakan bentuk kondisi friksi atau konflik lembaga legislatif dengan gubernur.

“Interpelasi itu kan sesuatu yang biasa-biasa saja, bukan sesuatu yang harus dibuat momok atau menggambarkan ketidakakuran atau hal destruktif yah, interpelasi itu hak bertanya, kita mau nanya duduk perkara dan tolong jelaskan,” katanya.

Interpelasi diperlukan dengan tujuan meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis. “Ini hal biasa dalam berdemokrasi, enggak perlu ada tanggapan heboh, terus bukan menunjukan dewan menghalau atau sedang merusak Pak Gubernur dan sebagainya,” ujarnya.

Abdul menilai, perjalanan satu tahun roda Pemerintahan Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil terlalu dominan pada tataran sosialisasi kinerja pencitraan. “Jadi, kita melihat ada bebebrapa hal yang harus disamakan persepsi, jadi dalam setahun ini masih terlalu banyak di retorika dan publikasi dibandingkan kerjaan yang esensi,” ujarnya.

Ridwan Kamil yang dinilai terlalu nyaman dengan pola pencitraan melalui pemberitaan dan media sosial, ini berdampak pada wibawa pembangunan Jawa Barat mengalami penurunan. Selain itu, Ridwan Kamil dinilai mempunyai pola komunikasi yang tidak bagus  dan menciptakan situasi tidak harmonis dengan DPRD.

“Bahkan dalam beberapa hal yang mendasar, Jawa Barat ini mundur, contoh yang sisa periode sebelumnya belum dikerjakan di Kesra, di perekonomian. Komunikasi, jadi komunikasi antara kami di dewan dan gubernur itu bisa enak, sekarang semacam ada hambatan,” katanya.

Pola tersebut, menuru Hadi, menciptakan harmonisasi pemerintah provinsi dengan DPRD yang seharusnya bersinergi, terkendala dengan ego pencitraan. “Ini terlalu sering, akhirnya ada ketidaknyamanan, komunikasi antara gubernur dengan mitra kerjanya yang secara konstitutional sudah ditunjuk yaitu DPRD,” ujarnya.

“Dan Pak Gub lebih cenderung ke media tanpa menginformasikan dulu kepada dewan, banyak contohnya yang paling segar diingatan ketika wacana pemindahan pusat pemerintahan, beliau menyampaikan tanpa forum resmi seperti paripurna, tiba-tiba digelindingkan yang menyebabkan heboh,” ujarnya.


Minggu, 06 Oktober 2019

Kronologi Kader Prabowo Subianto Ketua DPRD Tampar Anak Buah Ridwan Kamil, Ini Pengakuan Bambang


Suara Nasional/KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI

Kronologi Kader Prabowo Subianto Ketua DPRD Tampar Anak Buah Ridwan Kamil, Ini Pengakuan Bambang 

TRIBUN-TIMUR.COM - Video Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat yang merupakan kader Partai Gerindra menampar salah seorang pegawai beredar luas di pesan berantai.

Dilihat dari sudut pengambilan gambar, video berdurasi 38 detik itu kemungkinan berasal dari kamera pengawas kantor DPRD Jabar.

Dalam video tanpa suara itu terlihat empat orang pria tengah berbincang di luar pagar kantor DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro. Tiba-tiba salah seorang pria menampar pria lainnya sebanyak dua kali.

 Video itu sudah beredar sejak Jumat (4/10/2019) kemarin. Saat itu, baik Taufik maupun Humas DPRD Jawa Barat enggan berkomentar soal insiden tersebut.

Pada Sabtu (5/10/2019) sore, Humas DPRD mengundang awak media untuk memberi penjelasan soal video itu di salah satu kafe di Jalan Progo.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol DPRD Provinsi Jawa Barat Yedi Sunardi, konferensi pers itu dibuat atas inisiatif anggota DPRD Jabar dari Partai Gerindra Buky Wikagoe.

Dalam pertemuan itu, hadir Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat DPRD Jabar Bambang Nugraha yang merupakan pria yang ditampar Taufik dalam video itu.

Kronologi Kader Prabowo Subianto Ketua DPRD Tampar Anak Buah Ridwan Kamil, Ini Pengakuan Bambang (KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI)

"Ini inisiatif Pak Buky. Saya hanya akan sampaikan dan klarifikasi yang sudah terjadi. Kami kemarin malam atau semalam sudah melakukan pertemuan antara bapak ketua DPRD dengan saudara Bambang ini," kata Yedi.

Bambang yang juga anak buah Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini membenarkan insiden itu. Ia menceritakan kejadian itu berlangsung pada 30 September 2019 malam.

Penyebabnya, Taufik tak puas dengan hasil pengerjaan perbaikan pagar Kantor DPRD Jabar yang roboh akibat aksi demonstrasi.

"Pertama kita ada demo tanggal 23 dan pagar runtuh, kami benerin sudah berdiri. Tanggal 30 ada demo lagi yang mengakibatkan pagar roboh lagi dan kami betulkan kembali," kata Bambang, dengan terbata-bata.

Pada proses perbaikan terakhir, kata Bambang, politisi Partai Gerindra itu datang untuk melihat proses pengerjaan. Menurut dia, Taufik marah karena proses pengerjaan berjalan lambat.