Kamis, 10 September 2020

KPK MELAKUKAN GELAR PERKARA KASUS DUGAAN KORUPSI DJOKO SOEGIARTO

Jakarta - 

KPK melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi Djoko Soegiarto Tjandra dkk hari ini. Gelar perkara di KPK tersebut sudah dimulai.

Plt Jubir KPK Ali Fikri menyebut gelar perkara pagi ini sudah dihadiri oleh penyidik dari Bareskrim Polri. Tim penyidik Bareskrim Polri telah hadir di KPK.

"Tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri sudah hadir di KPK, dan saat ini gelar perkara sudah dimulai," kata Ali kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).

Ali belum menjelaskan lebih rinci terkait gelar perkara hari ini. Dia nanti akan menjelaskan lebih lanjut perkembangan gelar perkara ini.

"Perkembangannya nanti kami infokan lebih lanjut," ucap Ali.

Seperti diketahui, KPK akan mengundang Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi Djoko Soegiarto Tjandra dkk. Gelar perkara itu akan dipimpin langsung oleh pimpinan KPK.

Untuk pihak Bareskrim Mabes Polri, gelar perkara dimulai pukul 09.00 WIB. Sedangkan untuk pihak Kejaksaan Agung akan dimulai pukul 13.30 WIB.

Sementara itu, Bareskrim dan Kejagung telah menerima undangan KPK terkait gelar perkara tersebut. Kedua institusi itu akan hadir dalam gelar perkara tersebut.

pinkam Mambo nyaris bunuh diri karena stres

Jakarta - Siapa sih yang nggak kenal dengan Pinkan Mambo? Terkenal lewat Ratu yang dibuat Maia Estianty, nama Pinkan Mambo pernah melejit di dunia hiburan Tanah Air.
Pinkan Mambo juga memiliki suara yang mumpuni dan sudah tidak lagi diragukan. Tapi siapa sangka, ia ternyata pernah berada di titik paling rendah.

Pinkan Mambo mengatakan nyaris bunuh diri lantaran stres ditimpa banyak masalah. Tak hanya itu, Pinkan Mambo juga mengatakan ia pernah terlilit utang mencapai Rp 100 juta.

Baca juga: Kisah Pinkan Mambo, Kini Buka Usaha Katering sampai Laundry
"Dulu pernah sampai mau bunuh diri. Gue sudah sempat gunting rambut sampai rambutnya botak ya karena stres itu," buka Pinkan Mambo dalam Channel YouTube Melaney Ricardo.

Punya utang sampai Rp 100 juta juga dianggap Pinkan Mambo adalah satu hal yang sangat menakutkan. Pinkan cerita bagaimana setiap hari didatangi oleh penagih utang untuk melunasi uang yang sudah dipinjamnya.

"Setiap hari didatangi sama debt collector minta bayar Rp 20 juta sedangkan gue Rp 5 ribu aja bingung sih mau cari kemana," tutur Pinkan Mambo.

Baca juga: Pinkan Mambo Curiga MeMiles dari Awal, Tapi Job Pantang Lewat
Tak hanya, pernikahannya juga sempat terancam bubar jalan lantaran dirinya yang selalu bertengkar setiap hari dengan sang suami.

"Tiap hari berantem itu juga udah pusing banget sih sumpah," kata Pinkan Mambo lagi.

Tapi akhirnya Pinkan Mambo berdoa dan berusaha sedikit demi sedikit agar bisa bangkit dari keterpurukan. Pinkan pun sempat bingung dari mana ia harus mendapatkan uang untuk melunasi utang yang dimilikinya.

Baca juga: Pinkan Mambo Bantah Ngamen di Amerika Karena Sulit Ekonomi
"Akhirnya gue berdoa dan pelayanan. Tapi saat gue berdoa dan pelayanan gue nggak punya-punya uang kan. Akhirnya gue dikasih pencerahan kalau gue harus benar-benar kerja untuk mendapatkan uang," beber Pinkan Mambo lagi.

Kini, bisnis Pinkan Mambo sudah kembali bangkit. Ia pun memulai bisnisnya dengan perlahan tapi pasti.

"Jadi waktu itu aku goreng pisang yang awalnya nggak ada yang beli lama-lama pada beli. Akhirnya aku kumpulkan uang sedikit demi sedikit dan akhirnya aku bisa bayar cicilan utang aku itu," imbuhnya lagi.



Simak Video "Lama Tak Muncul, Kini Pinkan Mambo Tekuni Bisnis"



Anies Terapkan PSBB Total Jakarta, Para Menteri Jokowi Protes

Reporter: Vincent Fabian Thomas 10 September 2020 Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan PSBB total di Jakarta diprotes oleh sejumlah menteri Presiden Jokowi. tirto.id - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi pada 14 September 2020 membuat sejumlah Menteri Jokowi protes. Mereka mengkhawatirkan dampak PSBB pada perekonomian yang saat ini trennya sedang membaik usai terpukul pada PSBB Maret 2020. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengaku khawatir dengan pengumuman Anies tersebut. Ia bilang beberapa bulan terakhir, tren kinerja industri sudah relatif membaik. PMI manufaktur sudah kembali menyentuh angka 50,8 alias di atas ambang batas minimum 50 pada Agustus 2020 lalu. “DKI kembali akan menerapkan PSBB ketat. Ini tentu sedikit banyak akan kembali memengaruhi kinerja industri manufaktur yang ada di RI, apalagi kalau diikuti provinsi lain yang kembali menerapkan PSBB ketat. Kami melihat industri yang sudah menggeliat ini, kami khawatir mendapat tekanan,” ucap Agus dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020). Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar juga mengkhawatirkan keadaan serupa. Mahendra mengatakan perlu ada pengecualian bagi sektor industri yang bisa menjalankan protokol kesehatan. Ia menilai Kadin bisa menciptakan standar yang bisa diikuti tiap industri dan hal ini perlu didorong untuk diakomodir oleh Pemprov DKI Jakarta. “Saya khawatir kalau dipukul rata seperti ini, tidak realistis kita berpandangan pandemi akan selesai. Dalam jangka pendek maka tidak ada yang tahan,” ucap Mahendra dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020). Menteri Perdagangan Agus Suparmanto juga mewanti-wanti dampak PSBB ini. Ia bilang jika PSBB diberlakukan, ada risiko jalur distribusi terganggu. Ia bilang kelancaran jalur distribusi diperlukan kelancaran jalur-jalur distribusi termasuk logistik supaya usaha dan perekonomian tetap berjalan. “Karena PDB kita 50 persen konsumsi. Kalau distribusi ini tidak lancar akan mengganggu PDB RI,” ucap Agus dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti pasar keuangan. Kamis (10/9/2020) pagi ini, ia bilang pengumuman PSBB ketat jilid II telah menimbulkan ketidakpastian pada pasar saham terutama IHSG. Gara-gara pengumuman itu, IHSG kini berada di bawah 5.000 lagi seperti awal pandemi. “Kita harus lihat gas dan rem ini. Kalau direm mendadak kita harus menjaga kepercayaan publik karena ekonomi ini tidak semua faktor fundamental tapi ada sentimen,” ucap Airlangga dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat penanganan COVID-19 dengan kembali menerapkan PSBB di DKI Jakarta, terkait kegawatan penyebaran Corona di DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020). Anies mengatakan, penarikan tersebut berdasarkan data angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU COVID-19. PSBB mulai diberlakukan pada Senin, 14 September 2020 dengan meniadakan kegiatan perkantoran. Anies mengatakan, peningkatan kasus di DKI Jakarta naik secara signifikan. Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta memprediksi kamar isolasi penanganan COVID di Jakarta akan penuh 17 September 2020. Baca juga: PSBB Jakarta, Anies Kembali Wajibkan Perkantoran Bekerja dari Rumah IHSG Anjlok 5%, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Anies Baswedan: Jakarta Terapkan Kembali PSBB, Tarik Rem Darurat

Baca selengkapnya di artikel "Anies Terapkan PSBB Total Jakarta, Para Menteri Jokowi Protes", https://tirto.id/f37W.

Rabu, 09 September 2020

Besok, Pemkot Bandung Putuskan PSBB atau AKB Diperketat


Pemkot Bandung akan membahas hal ini dalam rapat terbatas yang akan dilakukan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Bandung besok, Jumat (11/9/2020).

Ari Syahril Ramadhan
Besok, Pemkot Bandung Putuskan PSBB atau AKB Diperketat
Fakta Kota Bandung zona hitam Covid-19 (Turnbackhoax.id)

Pemkot Bandung akan membahas hal ini dalam rapat terbatas yang akan dilakukan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Bandung besok, Jumat (11/9/2020).

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan pihaknya masih akan melakukan evaluasi terkait dengan kebijakan PSBB di Kota Bandung.

“Saya sampaikan dari kemarin, hari ini saya masih dalam evaluasi dengan ketua harian, masih evaluasi. Secepatnya, besok ratas,” ungkapnya kepada wartawan, di Balai Kota Bandung, Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan pengkajian terhadap penerapan PSBB pasti akan dibahas. Hanya saja, kemungkinan penerapan PSBB cukup kecil, pihaknya mempertimbangkan akan memperketat AKB.

“Pasti, kan besok di ratas. Cuman apakah PSBB atau AKB yang diperketat, nanti kitakan nyiapin bahan nih. Pimpinan lah yang ambil kebijakan,” katanya.

Terkait dengan teknis pengetatan pada AKB, pihaknya masih akan menyiapkan. Kemungkinan keputusan akan disampaikan usai ratas esok hari. Ia menegaskan keputusan tetap ada pada pimpinan.

“Cuma modelnya bagaimana hari ini saya mau bicarakan. Besok keputusannya dari pimpinan,” ungkapnya.

Lawan Main Rhoma Irama di 'Gitar Tua' Dulu Jadi Aktris Mahal, Kini Nasib Berubah, Rela Jual Martabak

tribunnews
Instagram/yatioctaviapangky
Yati Octavia zaman muda 

Dulu saat beradu akting dengan Rhoma Irama, pamornya begitu melejit di kancah layar lebar Tanah Air.

Kini, sang aktris pun banting setir demi memenuhi kebutuhan hidup.

Dari seorang aktris terkenal, ia kini menjual martabak.

• Krisdayanti Telepon Aurel Tanya soal Atta Halilintar, Beri 1 Pesan, tentang Pernikahan: Masih Remaja

Yati Octavia merupakan seorang perempuan kelahiran 20 Oktober 1954.

• Kelakuan Suami Maia yang Jarang Diketahui, Bocor Hubungan Irwan Mussry ke Anak Mantan: Belum Lepas

Dilansir dari acara 'Rumpi' di Trans TV yang dipandu oleh Feni Rose, Yati Octavia mengawali karier lewat film 'Dosa Siapa' pada usia 18 tahun.

Setelah itu, Yati Octavia membintangi film 'Cintaku Di Kampus Biru'.

Sejak film tersebut, namanya pun melambung di dunia hiburan Tanah Air.

tribunnews
Yati Octavia, 'Ani'-nya Rhoma Irama (YouTube/Anah Sharinah - videomoviles.com)

Oded Minta KPU Edukasi Milenial Soal Politik


  
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengungkapkan, Kota Bandung sangat membutuhkan partisipasi kaum milenial pada pembanguan. Salah satu bentuk partisipasi kaum milenial yaitu turut menyalurkan aspirasinya pada Pemilihan Umum.

Oleh karenanya, Oded menyambut positif kegiatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mengedukasi kaum milenial melalui program pendidikan pemilih berkelanjutan.

“Harapan saya kehadiran KPU bukan sekedar penyelenggara pemilu melainkan bisa mengedukasi kepada masyarakat terkhusus kepada kelompok milenial,” harap Oded saat menerima audiensi dari KPU Kota Bandung di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

Menurut Oded, sosialisasi tentang pentingnya proses politik memang harus terus digelorakan.

“Sosialisasi kepada milenial tentang urgensi sebuah proses politik, ini penting. Karena orang dewasa pun masih belum 'tune in' terhadap proses politik. Entah karena pengaruh kondisi sosial ekonomi ataupun hal lainnya,” ucapnya.

Kendati demikian, pada kondisi saat ini, Oded mengingatkan setiap kegiatan wajib memperhatikan protokol kesehatan.

SEORANG WANITA PESERTA MTQ MENOLAK MEMBUKA CADAR

Jakarta - 

Video seorang wanita peserta MTQ ke-37 Sumatera Utara (Sumut) menolak membuka cadar dan memilih didiskualifikasi viral. Komisi VIII DPR yang membidangi keagamaan mempertanyakan alasan kenapa peserta tersebut dipaksa membuka cadar saat tampil.

"Saya kira cadar itu kan pilihan pakaian orang. Jadi seharusnya panitia menghormati. Harus menghormati, kalau yang pakai cadar kan nggak harus lepas cadar, itu kan prinsip keyakinan dia, harus dihormati. Kenapa harus dipaksa gitu?" kata Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Yandri meminta Kementerian Agama (Kemenag) memanggil panitia MTQ ke-37 Sumut. Menurutnya, panitia harus memberikan klarifikasi agar hal ini tidak menjadi isu liar di publik.

"Saya kira Kementerian Agama perlu memanggil pihak panitia itu. Harus klarifikasi, kan nggak boleh ada pemaksaan masalah pakaian. Ya klarifikasi, kalau nggak nanti jadi isu liar lagi," ujar Yandri.

"Diklarifikasi, kenapa sampai dia mundur, bagaimana perlakuan panitia, kemudian situasinya waktu dia apakah benar-benar dipaksa untuk buka cadar atau gimana. Supaya nanti di publik clear tidak ada yang membelokkan isu ini menjadi isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan nanti," imbuhnya.

Politikus PAN itu juga menyinggung pernyataan Menag Fachrul Razi soal cadar dan celana cingkrang. Yandri menegaskan masalah penggunaan cadar tidak perlu dipersoalkan lagi.

"Makanya menurut saya, yang selama ini dipersoalkan oleh Pak Menag kemarin masalah cingkrang, cadar, itu kan udah kita bahas dan itu udah clear tidak perlu dipersoalkan. Loh kok kenapa panitia mempersoalkan itu MTQ?" ujar Yandri.

Sebelumnya, sebuah video menunjukkan seorang wanita yang menjadi peserta menolak saat diminta melepas cadar saat mengikuti MTQ ke-37 Sumut. Wanita itu memilih didiskualifikasi daripada membuka cadarnya.

"Tolong dibuka cadarnya supaya tahu bacaannya. Sudah jadi aturan nasional, kalau nggak dibuka, langsung didiskualifikasi," kata seseorang kepada wanita dalam video itu.

Ketua Pelaksana MTQ ke-37 Sumut Palid Muda Harahap mengatakan peserta yang didiskualifikasi itu merupakan peserta asal Kabupaten Labuhanbatu. Palid menjelaskan kejadian tersebut adalah kesalahpahaman.

"Membuka cadar sebagai antisipasi kecurangan memang diterapkan di level nasional. Tetapi, di Sumut, kita sudah lakukan penyesuaian dengan ketentuan sebelum tampil kita periksa terlebih dahulu. Kejadian saat itu murni kesalahpahaman lantaran saat itu dewan hakim yang bertugas memang berasal dari pusat," ujar Palid dalam keterangan tertulis.

Palid menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dewan hakim terkait hal ini. Peserta yang sempat didiskualifikasi itu disebut boleh tampil lagi jika berkenan.