Minggu, 27 Januari 2019

KECELAKAAN CIPULARANG :


Facebook/Yayan Supian

Laka tunggal yang melibatkan Bus Bima Suci terjadi di ruas jalan Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (28/1/2019) sekitar pukul 09.40 WIB. 

Purwakarta - Laka tunggal yang melibatkan Bus Bima Suci terjadi di ruas jalan Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kecelakaan di titik KM 70+400 Tol Cipularang tersebut terjadi pada Senin (28/1/2019) sekitar pukul 09.40 WIB.

Awalnya bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bandung menuju Jakarta.

Baca: Fakta Kecelakaan Maut Bus Bima Suci di Tol Cipularang, Kronologi hingga Jumlah Korban Tewas

Disebutkan bahwa saat kejadian, hujan mengguyur lokasi kecelakaan.

Diduga bus kehilangan kendali saat melintas di lokasi kejadian karena jalan licin.


Minggu, 20 Januari 2019

Viral Video Warga Indramayu Buru Uang Jutaan Rupiah di Sungai


Warga ramai-ramai mencari uang jutaan rupiah di Sungai Tanjungsari Indramayu. (Foto: tangkapan layar Facebook akun Yuni Rusmini)

Indramayu - Sejumlah orang ramai-ramai memburu uang jutaan rupiah di Sungai Tanjungsari, Indramayu, bikin geger jagat maya. Rekaman video kejadian tersebut viral di media sosial. 

Salah satu pengguna Facebook, Yuni Rusmini, membagikan potongan video para warga mencari uang asli pecahan Rp 100 ribu di sungai itu. Yuni menjelaskan kejadiannya berlangsung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (18/1).

"Infonya beredar katanya uang puluhan juta dibuang di sungai beserta emas, seperti kalung, gelang, dan lain-lain. Spontan warga beramai-ramai mencari uang pecahan Rp 100 ribuan," tulis Yuni dalam video yang diunggahnya itu, Minggu (20/1/2019).

Yuni menuliskan sejumlah orang berhasil mendapatkan Rp 200 hingga Rp 300 ribu dari hasil pencarian di sungai itu. Hingga kini Yuni belum menjawab saat dimintai konfirmasi Wartawan. Sebanyak 49 pengguna Facebook lainnya membagikan video yang diunggah Yuni.

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Marzuki membenarkan peristiwa tersebut. Dia menjelaskan kejadian itu bermula saat sejumlah uang milik Usman (40), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, dibuang ke sungai oleh istrinya, Safiah (40). 

"Benar. Uang yang dibuang ke sungai oleh istri Pak Usman itu kurang lebih Rp 4 juta," kata Yoris kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Minggu (20/1/2019). 

Menurut Yoris, warga yang terjun ke sungai itu sudah mengembalikan uang kepada Usman. "Terkumpul sekitar Rp 1 juta rupiah. Uang itu kemudian dikembalikan ke Pak Usman," kata Yoris.(YD1JNI)

Jumat, 18 Januari 2019

Didampingi Iriana, Jokowi Potong Rambut di Tukang Cukur 'Asgar'

Jokowi potong rambut di tukang cukur 'Asgar'.

Garut - Setelah menemui petani di Desa Leuwigoong, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpindah lokasi ke Danau Situbagendit, Garut, Jawa Barat. Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana memotong rambut oleh pencukur asli dari Garut, alias 'Asgar'.

Jokowi tiba di Danau Situbagendit, Garut, Jawa Barat, pukul 09.10 WIB, Sabtu (19/1/2019). Di lokasi itu sudah tersusun rapi puluhan bangku yang telah ditempati oleh pencukur dan orang yang dicukur rambutnya.

Baca juga: Ditemani Ridwan Kamil, Jokowi Blusukan ke Sawah di Garut

Pencukur yang ada di lokasi ini tergabung dalam organisasi Persatuan Pangkas Rambut Garut (PPRG). Jokowi melihat-lihat aktivitas pangkas rambut di lokasi itu yang dilakukan secara massal.

Jokowi kemudian duduk di salah satu bangku kosong. Pria bertopi pemangkas rambut kemudian menghampirinya.

Jokowi, Iriana, dan pemangkas rambut tersebut terlihat berdiskusi singkat. Iriana tampak mengarahkan pemangkas rambut mengenai bagaimana model rambut Jokowi.

Setelah berdiskusi singkat, Jokowi kemudian dipasangi kain yang menutup tubuhnya. Selembar kertas seperti tisu dililit ke lehernya. Rambut Jokowi siap untuk dipangkas.

Baca juga: Masuk Gang Sempit, Jokowi Cek Sambungan Listrik Gratis di Garut

Pemangkas rambut bernama Herman itu mulai memangkas rambut Jokowi. Herman merupakan warga Bantarjati, Garut, dan sudah lama menjadi langganan pangkas rambut Jokowi.

Herman memangkas bagian pinggir dan bawah rambut Jokowi. Bagian atas dan belakangnya juga dipotong sedikit.

Setelah memotong rambut, Herman membuka kain penutup dan membersihkan sisa rambut di muka dan leher. Herman juga menyemprotkan air di rambut dan menyisir rapi.

Iriana juga sempat melihat dan mengarahkan langsung pemotongan rambut Jokowi. Iriana terus berada di dekat Jokowi dan memantau suaminya saat pangkas.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono juga ikut dipangkas rambutnya. (YD1JNI)

Rabu, 16 Januari 2019

Jelang Pemilu 2019, Napi Lapas Ciamis Jalani Perekaman e-KTP

Seorang napi penghuni Lapas Ciamis melaksanakan perekaman e-KTP. (Foto: Dadang Hermansyah)

Ciamis - Sebanyak 41 warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ciamis menjalani perekaman KTP Elektronik (e-KTP) oleh Disdukcapil dan KPU Kabupaten Ciamis. Pendataan kepada napi ini berkaitan hak pilih saat Pemilu 2019.

"Perekaman ini kita lakukan bersama KPU Ciamis untuk sukseskan Pemilu 2019. Sekarang jumlah warga binaan yang direkam itu sebanyak 41 orang, yang belum terdata. Kita sisir nomor induk kependudukan (NIK) nya, dengan aplikasi SIAK, melalui rekam sidik jari," ujar Kepala Bidan Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Ciamis Rusli di sela-sela kegiatan cetak rekam e-KTP di Lapas Ciamis, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Baru 31% Napi Masuk DPT, Kemenkum HAM Kebut Pendataan e-KTP

Rusli mengatakan perekaman e-KTP di Lapas Ciamis ini berjalan lancar tanpa hambatan. Padahal biasanya, menurut dia, saat perekaman e-KTP jemput bola tersebut sering terjadi gangguan jaringan.

"Sehari bisa langsung selesai perekaman, untuk pencetakan nya mungkin hari Senin baru bisa. Mudah-mudahan pada waktunya nanti para warga binaan di Lapas Ciamis ini bisa menunaikan menyalurkan hak pilihnya," terang Rusli.

Komisioner KPU Ciamis Divisi Program dan Data Said Antanjani menjelaskan untuk di Lapas Kelas II B Ciamis ada dua tempat pemungutan suara (TPS). Tercatat jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) domisili Ciamis yakni TPS 069 sebanyak 15 orang, dan TPS 070 sebanyak 16 orang.

Baca juga: KPU Akan Bentuk TPS di Lapas-Rutan yang Jumlah Pemilihnya Cukup

Sedangkan daftar pemilih tambahan (DPTB) untuk TPS 069 sebanyak 158 orang dan TPS 070 terdata 156 orang. Berdasarkan data terakhir dari KPU, warga binaan yang perlu dilakukan perekaman sebanyak 13 orang, yang kini telah dilaksanakan.

"Memang data di Lapas itu sering berubah, daftar pemilih tetap saat ini pada hari H bisa saja berubah, karena kan ada yang keluar ada yang masuk. Juga biasanya ada mutasi antar lembaga," tutur Said .

e-ktp dpt pemilu 2019 lapas ciamis ciamis


Senin, 14 Januari 2019

2 Penumpang Mobil di Banyuwangi Luka akibat Tertimpa Pohon Tumbang

Foto: Istimewa

Banyuwangi - Sebuah pohon tiba-tiba tumbang dan menimpa mobil yang melintas. Akibatnya, dua orang dilarikan ke rumah sakit terdekat, karena mengalami luka. Sementara mobil, mengalami ringsek. 

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya jember, Desa Tegalharho, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, sekitar pukul 15.30 Wib, Senin (14/1/2019).

Sebelum tertimpa pohon, mobil Toyota Avanza warna putih dengan plat nomer P 1613 VV ini melintas dari arah barat ke timur atau Jember menuju Banyuwangi. Karena kondisi hujan deras, mobil yang dikemudikan oleh Wahyu Eko Setiawan (46) berjalan pelan. 

"Menurut saksi mata, tiba-tiba pohon itu tumbang. Pas saat itu rombongan dari BPR Ady itu melintas," ujar AKP Mujiono, Kapolsek Glenmore kepada Wartawan, Senin (14/1/2019). 

Akibat kejadian ini, Wahyu Eko Setiawan, pengemudi mobil tersebut mengalami luka di bagian kepala. Sedangkan seorang lagi bernama Wahyu Setiawan sempat dirawat, namun sudah diperbolehkan pulang.

"Luka di kepala cukup parah. Langsung dibawa ke Rumah Sakit Krikilan," tambahnya. 

Akibat kejadian tersebut, jalur Banyuwangi - Jember sempat mengalami macet selama beberapa jam, karena Polisi, BPBD dan masyarakat berusahan melakukan evakuasi terjadap kendaraan dan pohon yang melintang di jalan.

"Alhamdulillah semua lancar. Tidak sampai satu jam bisa aktif kembali jalan Banyuwangi Jember," pungkasnya.(YD1JNI).

Ridwan Kamil Cari Teknologi Pendeteksi Puting Beliung ke Jepang


Ridwan Kamil akan cari teknologi pendeteksi puting beliung (Foto: Wisma Putra)

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mencari teknologi pendeteksi angin puting beliung ke Jepang. Menurutnya, teknologi pendeteksi puting beliung cukup sulit.

"Saya mengimbau kepada akademisi ada enggak ilmu mencegah puting beliung. Selama pengetahuan saya belum ada," kata Ridwan Kamil usai melakukan peninjauan ke lokasi puting beliung di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Senin (14/1/2019).

Emil sapaan Ridwan Kamil mengungkapkan pihaknya akan mencari teknologi pendeteksi puting beliung hingga ke Jepang.

"Saya imbau jika ada informasinya (teknologi pendeteksi puting beliung) segera DM (Direct Massage ke Instagram) saya untuk teknologi puting beliung. Tornado kalau di Amerika atau Taifun di Jepang dan Hongkong," ungkapnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Janjikan Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Menurutnya, bencana alam di Jawa Barat setiap tahunnya mencapai 1.000-1.500 kejadian.

"Bencana alam di Jabar 1000 an sampai 1500 an kejadian. Dibagi per bulan 100 an, dibagi per haru bisa tiga kali sehari," tutur dia.

Menurutnya longsor menjadi bencana mayoritas yang terjadi di Jabar dibandingkan banjir, kebakaran dan angin puting beliung.

"Mayoritasnya longsor, seperti di Cisolok. Kemarin longsor jalan di Cisewu, sampai 40 persen. Berikutnya banjir, kebakaran dan angin. Kita sedang menyiapkan Jawa Barat tanggap bencana, bekerjasama dengan pemerintah Jepang yang paling canggih," jelasnya.

Emil mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan beberapa kejadian bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi di Jawa Barat.

Selain longsor, banjir dan kebakaran, masyarakat juga harus mengetahui tanda-tanda akan terjadinya angin puting beliung.

"Tadi saya sampaikan ke warga, indikatornya dua. Pertama, kalau cuaca cerah tiba-tiba gelap itu ciri-ciri akan terjadi cuaca ekstrem berujung puting beliung," jelas dia.

Ciri-ciri kedua, suhu udara berubah tiba-tiba dan tidak seperti biasanya. Maka angin puting beliung akan terjadi.

"Kedua, kalau tiba-tiba suhu udara panas menjadi dingin seperti suasana subuh, artinya situasi akan terjadi puting beliung," ujarnya

Kamis, 10 Januari 2019

Soal Teror ke Rumah Pimpinan KPK, Kapolri Bilang "Ada Petunjuk Menarik"

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan, ada petunjuk menarik yang ditemukan polisi dalam menyelidiki teror terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

"Kita berdoa semoga bisa cepat terungkap. Ada beberapa petunjuk yang menarik," kata Tito di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (10/1/2019).

Namun, Tito tidak mengungkapkan apa petunjuk tersebut. Ia juga mengatakan, sebaiknya KPK membentuk tim yang nantinya bergabung dengan tim kepolisian dalam menyelidiki kasus teror tersebut.

Baca juga: Menkumham: Teror kepada Pimpinan KPK Tak Layak Terjadi di Negara Hukum

“Bila memungkinkan KPK dapat membentuk tim yang bergabung dengan tim kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut supaya penanganan kasusnya betul-betul bisa transparan," kata Tito.

Tito mengaku prihatin atas teror yang menyasar pimpinan KPK ini.

Begitu mengetahui kabar adanya teror di rumah pimpinan KPK, Tito mengaku langsung berkoordinasi dengan Agus Rahardjo dan Laode.

Ia pun memerintahkan jajarannya untuk segera mengungkap pelaku teror. Pada Rabu (9/1/2019), rumah Agus di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi jadi sasaran teror.

Benda mirip bom paralon disangkutkan ke pagar rumah itu pada pukul 05.30 WIB.

Baca juga: Ketua KPK Siap Bantu Kepolisian Selidiki Kasus Teror di Kediamannya

Sementara itu, rumah Laode dilempar bom molotov pada Rabu dini hari.

Belum diketahui pelaku atau motif pelaku meneror rumah dua pimpinan KPK. Polisi juga masih mencari tahu apakah teror ini terkait kasus korupsi yang ditangani KPK atau tidak.

Terkait kasus di dua lokasi ini, polisi telah memeriksa 17 orang, termasuk Laode.

Video Pilihan